Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

RAMADHAN, ANUGERAH TERBESAR YANG SERING TIDAK KITA SADARI

الحمدُ للهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ Setiap manusia hidup dalam lautan nikmat. Kita bernapas tanpa membeli udara. Kita melihat tanpa membayar cahaya. Kita makan tanpa menciptakan bahan makanan itu sendiri. Namun sering kali, nikmat terasa biasa karena terlalu sering hadir. Allah Ta’ala berfirman: وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ Artinya: “ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). ” (QS. Ibrahim: 34) Di antara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada orang beriman adalah hadirnya bulan Ramadhan. Ia bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah momentum ilahi. Ia adalah panggilan untuk kembali. Ia adalah ke...

Nasi Pecel Lele Darimu

Sepiring nasi pecel lele itu tampak sederhana. Nasinya hangat, lelenya digoreng kering, sambalnya mantap, lalapannya segar. Tidak mahal. Tidak mewah. Disajikan di atas piring sebagaimana biasanya. Namun bagi sebagian orang, makanan sederhana seperti itu bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan. Ada kalanya sebuah kebaikan kecil justru menetap paling lama dalam ingatan. Bukan karena kemewahannya, tetapi karena ketulusan di baliknya. Sering kali kita menilai sesuatu dari nominalnya. Kita mengira yang bernilai itu yang mahal dan mewah. Padahal dalam pandangan Allah, nilai tidak diukur dari harga, tetapi dari keihklasan hati. Islam mengajarkan bahwa kebaikan tertinggi adalah ketika seseorang mampu memberi dari apa yang ia cintai. Allah Ta’ala berfirman: وَلَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ Artinya: “ Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. ” (QS. Ali Imran: 92) Ayat ini pernah meng...

MENJADI HAMBA YANG BERHASIL DI BULAN RAMADHAN

الحمدُ للهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ Refleksi tentang Iman, Taubat, dan Konsistensi Amal Setiap tahun Ramadhan datang menyapa. Ia hadir seperti tamu istimewa yang membawa keberkahan, pengampunan, dan peluang perubahan. Namun ada satu kenyataan yang sering luput dari kesadaran kita, yakni tidak semua orang yang berpuasa benar-benar menikmati indahnya Ramadhan. Ada yang keluar dari bulan suci ini dengan hati yang bersih dan dosa yang diampuni. Ada pula yang keluar tanpa membawa apa-apa, selain hanya rasa lapar dan dahaga saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya: “ Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (HR. Bukhari dan Muslim) Namun beliau juga mengingatkan: رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ Artinya: “ Betapa bany...