الحمدُ للهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ Setiap manusia hidup dalam lautan nikmat. Kita bernapas tanpa membeli udara. Kita melihat tanpa membayar cahaya. Kita makan tanpa menciptakan bahan makanan itu sendiri. Namun sering kali, nikmat terasa biasa karena terlalu sering hadir. Allah Ta’ala berfirman: وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ Artinya: “ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). ” (QS. Ibrahim: 34) Di antara nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada orang beriman adalah hadirnya bulan Ramadhan. Ia bukan sekadar pergantian kalender. Ia adalah momentum ilahi. Ia adalah panggilan untuk kembali. Ia adalah ke...